Suasana mencekam terlihat di Puskesmas Koto Alam setelah banjir bandang melanda wilayah tersebut.
Warga berdatangan dalam kondisi penuh lumpur dan kelelahan.
Selain itu, petugas kesehatan menerima korban meninggal yang terus bertambah sejak semalam.
Para relawan bekerja tanpa henti untuk menangani korban.
Mereka menyebut bahwa banyak warga terjebak air bah dan terlambat dievakuasi.
Karena itu, jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah.
Puskesmas Kewalahan Tangani Korban
Petugas medis memeriksa warga yang mengalami luka, hipotermia, dan infeksi kulit.
Namun, keterbatasan ruang perawatan membuat proses penanganan menjadi sangat berat.
Selain itu, sebagian alat medis rusak akibat masuknya lumpur.
Tim kesehatan meminta bantuan tambahan berupa obat, selimut, dan tenaga medis.
Mereka juga menyiapkan ruang darurat sementara di halaman puskesmas.
Korban Meninggal Terus Bertambah
Beberapa jenazah ditemukan di aliran sungai dan lokasi rumah yang tertimbun.
Relawan membawa korban ke puskesmas untuk proses identifikasi.
Identitas sebagian korban belum dapat dipastikan karena kondisi jenazah tertutup lumpur.
Selain itu, keluarga korban berdatangan mencari informasi sambil berharap menemukan anggota keluarga yang hilang.
Warga Mengungsi dengan Kondisi Memprihatinkan
Ratusan warga memilih mengungsi ke gedung sekolah dan balai desa.
Mereka membutuhkan makanan siap saji, air bersih, dan pakaian kering.
Pemerintah daerah mengupayakan distribusi bantuan dari berbagai pos utama.
Situasi di lapangan masih sulit akibat hujan yang terus turun.
Karena itu, tim gabungan tetap siaga untuk mengevakuasi warga dari wilayah yang terisolasi.
Respons Pemerintah dan Tim Penyelamat
Pemerintah daerah mempercepat pendataan korban dan kerusakan.
Selain itu, alat berat dikerahkan untuk membuka akses jalan yang tertutup material lumpur.
Tim SAR juga menyisir daerah aliran sungai untuk mencari korban yang mungkin terseret arus.
Untuk informasi tambahan tentang wilayah ini, pembaca dapat melihat halaman Kabupaten Lima Puluh Kota di Wikipedia.
Kesimpulan
Kondisi di Puskesmas Koto Alam masih darurat.
Warga berlumpur dan korban meninggal terus berdatangan, sementara petugas medis bekerja dalam keterbatasan.
Selain itu, upaya evakuasi dan distribusi bantuan terus berlangsung untuk menyelamatkan lebih banyak warga.
Baca Juga: Kompetisi ID Patr